#madrinadiary 20.09-21.09.14

Sabtu, 20 September 2014

Kondisi tubuh masih meriang-panas-dingin-menggigil. Gue khawatir kalau besok tidak bisa mengikuti acara mulia. Jadi patroli kebersihan bersama Jakarta Osoji Club. Tugas kami memetik sampah sepanjang festival penutupan Jak-Japan Matsuri dan yang paling keren adalah menegur dan menasehati orang-orang yang khilaf buang sampah sembarangan. Ini memang pekerjaan paling indah untuk Jakarta. Jadi gue harus cepat-cepat sembuh. Harus perbanyak minum obat dan tidur. Karena besok tepat pukul 07:00 WIB harus sudah berkumpul di Senayan.

Saat kondisi seperti ini, pas gue baru pulang dari kantor  iya hari Sabtu gue kerja! om Rahmat yang sedang mampir bertanya pada gue,

me n uncle

Sontak Dani mengagetkan gue, “Cie, yang lagi bahagiaaa…” Ini sindiran yang sungguh menyakitkan buat gue. Yang paling tidak gue suka dari diri gue adalah gue ini mudah gemuk dan mudah kurus. Tapi kurusnya hanya sebentar lalu gemuk lagi *balik badan, lari dan menjatuhkan diri ke tempat tidur.

 

Minggu, 21 September 2014

Entah karena sakit atau karena nunggu acara nanti, gue terbangun pukul 2 pagi dan tidak bisa tidur. Padahal seingat gue seharian kemarin tidak minum kopi atau makan makanan yang ada ekstrak kopinya. Tidur siang juga tidak. Bagi gue tidur siang itu tinggallah kenangan. Tidur malam juga pukul 9. Selama sekitar dua jam itu gue berusaha tidur tetap tidak bisa hingga akhirnya tertidur pukul 4 pagi dan UNTUNGnya bangun tidak kesiangan.

Hari ini seperti yang sudah direncanakan, gue pergi ke festival. Kebetulan Mama dan Lala mau jogging di GBK jadi bisa numpang ke Parkir Timur Senayan. Dinginnya embun pagi dan dibonceng naik motor oleh Mama membuat gue kepikiran kenapa tadi tidak bawa jaket dan pakai celana bahan tebal. Tahu tidak kalau Mama bawa motor? Itu super kencang sekali. Apalagi pagi-pagi gini jalan raya sepi kendaraan. Dulu pernah gue dibonceng Mama dan gue pakai helm kaca pelindung wajahnya gue buka. Yang terjadi adalah angin masuk ke dalam mulut berlebihan sampai gigi gue kering.

rina naik motor sama mama-new

Sekitar di kawasan Senayan ternyata ramai sekali pengendara motor. Kata Mama di GBK akan ada Noah Band. Entah dalam acara apa gue tidak peduli juga. Sesampainya di booth JOC ternyata banyak juga relawan kebersihan. Semoga tidak hanya di sini mereka peduli kebersihan lingkungan. Ada juga karyawan dari perusahaan kardus milik Jepang namanya gue lupa. Perusahaan kardus ini yang menyediakan stok kardus untuk dijadikan tempat sampah.

Relawannya ada dari segala usia. Ada Ibu PNS usianya 40 tahun, ada fans JKT48 pastinya. Aneh pastinya kalau tidak ada fans JKT48 di acara seperti ini. Soalnya, penutupan festival akan ada JKT48. Gue aja fans JKT48 kok, tapi tidak sampai jadi wota sih. Ada juga anak-anak Indonesia dan Jepang yang ikut. Saat dibagi dalam kelompok, gue dapat bagian pukul 11 pagi. Ini matahari pas di atas kepala ya.. Siap-siap belang. Jadi sistem kerjanya sejam operasi sejam istirahat. Jadi gue masih sempat keliling festival, jajan, foto-foto. Tadinya gue mau mengajak teman untuk datang ke festival tapi mendadak sinyal internet error dan gue tidak bisa menghubunginya DAN tidak bisa browsing. AH! Ini yang paling menjengkelkan. Anak jaman sekarang tentu saja ingin selalu update sosial media. Tujuannya buat apa lagi selain pamer kesibukan dan jadi yang paling sok sibuk. Tapi dengan keadaan internet mati mau apa lagi. Updatenya keburu basi. Eh, tapi gue bukan seperti yang tadi juga, internet mati pasrah saja, gue melakukan ini tulus dengan niat karena Allah untuk mendapat pahala yang banyak karena “BERSIH SEBAGIAN DARI IMAN”.

osoji

Senin, 22 September 2014

Hari ini adalah titik parahnya penyakit meriang-panas-dingin-menggigil. Dengan senang hati gue minta izin tidak masuk kerja. Lagi asyik tidur, kakak ipar gue Mas Farid. Ada yang tau Mas Farid? Dia dulu namanya Kak Farid. Dulu gue pernah membicarakan dia di sini. Karena keajaiban dia dan kakak gue Kangga yang suka galau bareng di twitter akhirnya sepakat untuk berhenti galau dan menyatu dalam ikatan sehidup semati. Kembali ke Mas Farid, dia itu entah suka memBULLY atau memang gue yang salah sehingga gue dituduh sembari jadi relawan kemarin gue update #madrinadiary terus. Padahal yang ada kemarin seharian gue tidak bisa internetan. DAN #madrinadiary dijadikan bahan olokan dia sampai gue menghentikan langsung hashtag tersebut. HAPPY?? *tebalikin meja.

©m

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: